Keindahan menjadi milik usia muda, tapi keremajaan yang untuknya
dunia ini diciptakan tidak lebih dari sekadar mimpi yang manisnya
diperhamba oleh kebutaan yang menghilangkan kesedaran.
Akankah hari itu datang, ketika orang-orang bijak menyatukan kemanisan masa muda dan kenikmatan pengetahuan?
Sebab masing-masing hanyalah kosong bila hanya sendirian.
Akankah hari itu datang ketika alam menjadi guru yang mengajar manusia, dan kemanusiaan menjadi buku bacaan
sedangkan kehidupan adalah sekolah sehari-hari?
Hasrat
masa muda akan kesenangan-kenikmatan tidak terlalu menuntut tanggung
jawab -hanya akan terpenuhi bila fajar telah menyelak kegelapan hari.
Banyak lelaki yang tenggelam dalam keasyikan hari-hari masa muda yang mati dan beku;
banyak
perempuan yang menyesali dan mengutuk tahun-tahun tak berguna mereka
seperti raungan singa betina yang kehilangan anak;
dan banyak para pemuda dan pemudi yang menggunakan hati mereka sekadar sebagai alat penggali kenangan pahit masa depan,
melukai diri melalui kebodohan dengan anak panah yang tajam dan beracun kerana kehilangan kebahagiaan.
Usia tua adalah permukaan kulit bumi;
ia harus, melalui cahaya dan kebenaran,
memberikan kehangatan bagi benih-benih masa muda yang
ada dibawahnya, melindungi dan memenuhi keperluan mereka
hingga Nisan datang dan menyempurnakan kehidupan masa muda yang sedang tumbuh dengan kebangkitan baru
Kita berjalan terlalu lambat ke arah kebangkitan spiritual,
dan perjalanan itu seluas angkasa tanpa batas,
sebagai pemahaman keindahan kewujudan melalui
rasa kasih dan cinta kepada keindahan tersebut
~ Khalil Gibran
Surat Dari Kekasih ~ Khalil Gibran
Untukmu yang selalu Kucintai,
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.
Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang
indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu….
Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja…
Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekat mu.
Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk…
Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berfikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau
berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.
Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan
semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk
untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.
Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
sedikitpun menyapaKu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu
dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan,
tetapi engkau tidak melakukannya…..
Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan
Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu,
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku
tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak,
hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-
waktu untukKu dilupakan.
Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati
makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu
dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.
Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin
engkau masih belum menyedari bahawa Aku selalu hadir untukmu.
Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sedari.
Aku bahkan
ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat
menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan
isi hatimu, namun tak kunjung tiba.
Baiklah….. engkau bangun kembali dan kembali Aku
menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan
memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu…
Tapi yang Kutunggu … ah tak juga kau menyapaKu.
Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi
kau masih tidak mempedulikan Aku.
Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada
pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU….
Apakah salahKu padamu …? Rezeki yang Kulimpahkan,
kesihatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan
yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukurniakan,
kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKu ???
Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon
perlindunganKu, bersujud menghadapKu … Kembali kepadaKu.
Yang selalu bersamamu setiap saat,
Tuhanmu….
~ Khalil Gibran
Kamis, 27 Oktober 2011
Untuk engkau yang rindu
kesejukan kasih Tuhanmu,
sampaikanlah ini dengan mesra,
Tuhan-ku yang sangat aku kasihi,
kekasih-Mu yang kecil ini sedang bersedih.
Hatiku yang lemah ini tenggelam ragu,
jantungku gemetar takut,
tubuhku meleleh letih,
dan tangisku mencekat nafasku.
Aku yakin Engkau tersenyum
melihatku tak sabar menanti penyelamatan-Mu.
Tuhan-ku, tolonglah aku.
Keluarkanlah aku dari derita ini.
Tidurkanlah aku, indahkanlah mimpiku,
dan bangunkanlah aku dalam kedamaian.
kesejukan kasih Tuhanmu,
sampaikanlah ini dengan mesra,
Tuhan-ku yang sangat aku kasihi,
kekasih-Mu yang kecil ini sedang bersedih.
Hatiku yang lemah ini tenggelam ragu,
jantungku gemetar takut,
tubuhku meleleh letih,
dan tangisku mencekat nafasku.
Aku yakin Engkau tersenyum
melihatku tak sabar menanti penyelamatan-Mu.
Tuhan-ku, tolonglah aku.
Keluarkanlah aku dari derita ini.
Tidurkanlah aku, indahkanlah mimpiku,
dan bangunkanlah aku dalam kedamaian.
Sahabat saya yang baik hatinya,
Di malam yang damai ini,
marilah kita ijinkan hati kita berbisik …
marilah kita ijinkan hati kita berbisik …
Ya Tuhan kami yang ke-Maha-an-Nya tak berbanding,
kami memohon kepada-Mu
agar Engkau menjauhkan kami
dari rasa tak berhak berhasil dan tak pantas
mengupayakan yang besar,
agar Engkau menjauhkan kami
dari rasa tak berhak berhasil dan tak pantas
mengupayakan yang besar,
dari rasa jengah bergaul dengan orang alim,
dari rasa iri yang menjadikan kami
mendengki orang kaya,
padahal kami juga rindu rezeki,
mendengki orang kaya,
padahal kami juga rindu rezeki,
dan jauhkanlah kami dari menyepelekan
kesehatan dan kasih sayang keluarga.
kesehatan dan kasih sayang keluarga.
Engkau yang sedang dibuai cinta,
Berhati-hatilah dengan cinta
yang liar membara di awal pertemuan,
terutama yang meledak-ledak
dengan semangat untuk mengabaikan
kebaikan dan menghalalkan yang tidak.
yang liar membara di awal pertemuan,
terutama yang meledak-ledak
dengan semangat untuk mengabaikan
kebaikan dan menghalalkan yang tidak.
Cinta yang paling panas awalnya,
biasanya berakhir paling dingin.
biasanya berakhir paling dingin.
Cinta yang hingar bingar pada awalnya,
biasanya berakhir dengan perpisahan
dalam kesepian yang pedih.
biasanya berakhir dengan perpisahan
dalam kesepian yang pedih.
Jatuh cintalah
tapi jangan pernah kehilangan kemuliaan dirimu.
tapi jangan pernah kehilangan kemuliaan dirimu.
Mario Teguh – Loving you all as always
Tegaslah memilih yang penting bagi Anda.
Putuskanlah sendiri bagaimana Anda akan menjalani kehidupan ini.
Jangan Anda serahkan kepemimpinan hidup ini kepada mereka yang tidak bertanggung jawab jika Anda gagal.
Apakah mereka yang komentarnya Anda takuti itu, akan membantu jika Anda jatuh ke relung-relung kegagalan?
Pasti tidak, karena sekarang saja mereka mendahulukan kritik daripada anjuran yang berkasih-sayang.
Katakanlah dengan tegas;
Ini hidupku, akulah yang menjadikannya.
Engkau yang sedang menanti jawaban
bagi doa-doamu,
katakanlah ini kepada dirimu sendiri,
bagi doa-doamu,
katakanlah ini kepada dirimu sendiri,
Ooh … betapa aku merindukan
kehidupan yang simple,
yang cepat hadiah bagi kebaikanku,
yang tidak rumit, yang damai dan sejahtera.
kehidupan yang simple,
yang cepat hadiah bagi kebaikanku,
yang tidak rumit, yang damai dan sejahtera.
Untuk itu, mulai pagi ini,
aku berjanji untuk tidak merpersulit diriku sendiri
aku berjanji untuk tidak merpersulit diriku sendiri
dengan rencana yang tidak kulaksanakan,
dengan janji yang tidak kupenuhi,
dengan kewajiban yang kulalaikan,
dan dengan larangan yang kulanggar.
dengan janji yang tidak kupenuhi,
dengan kewajiban yang kulalaikan,
dan dengan larangan yang kulanggar.
Tuhanku, rahmatilah kesungguhanku ini.
Berlakulah lebih lembut kepada dirimu sendiri.
Dari semua yang paling membutuhkan maaf darimu,
yang utama adalah dirimu sendiri.
yang utama adalah dirimu sendiri.
Maafkanlah dirimu, janganlah lagi engkau menggerutuinya.
Ia telah letih menuruti kemauanmu yang terbukti
belum mendamaikan dan menyejahterakannya.
belum mendamaikan dan menyejahterakannya.
Teruskanlah hidupmu sebagai pribadi yang kembali polos
dan ikhlas bersikap dan bekerja yang memantaskanmu
bagi rezeki yang baik.
dan ikhlas bersikap dan bekerja yang memantaskanmu
bagi rezeki yang baik.
Ikhlaslah hidup sebagai sebaik-baiknya jiwa.
Ini yang saya minta dari Anda.
Gunakanlah nasehat-nasehat
yang saya sampaikan di sini,
untuk membeningkan hati Anda,
menjernihkan pikiran Anda,
dan mengindahkan perilaku Anda.
yang saya sampaikan di sini,
untuk membeningkan hati Anda,
menjernihkan pikiran Anda,
dan mengindahkan perilaku Anda.
Saya jamin Anda akan berbahagia.
Jika tidak,
Anda dapat mengambil kembali kesedihan Anda,
sepenuhnya tanpa saya kurangi sedikit pun.
Anda dapat mengambil kembali kesedihan Anda,
sepenuhnya tanpa saya kurangi sedikit pun.
Engkau yang sedang dimabuk cinta,
Ingatlah ini ya?
Cinta saja tidak cukup.
Hidup ini lebih besar daripada hanya
merindu ria dan merasa tak membutuhkan
apa pun lagi kecuali cintanya.
merindu ria dan merasa tak membutuhkan
apa pun lagi kecuali cintanya.
Hidup ini membutuhkan cintamu itu
sebagai tenaga untuk membaikkan dirimu,
bukan untuk membuangmu
dari pergaulan yang baik,
atau untuk membuang keluargamu
yang menasehati bagi kebaikanmu.
sebagai tenaga untuk membaikkan dirimu,
bukan untuk membuangmu
dari pergaulan yang baik,
atau untuk membuang keluargamu
yang menasehati bagi kebaikanmu.
Janganlah kau gunakan cinta
untuk menjadikanmu pribadi yang kurang
daripada sebelum cinta datang menyapamu.
untuk menjadikanmu pribadi yang kurang
daripada sebelum cinta datang menyapamu.
puisi cinta
"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau
jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu...
pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap
itu melukaimu..."
(Kahlil Gibran)
"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)
"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Aku ingin mencintaimu
dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan
sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada..."
(Kahlil
Gibran)
"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)
"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau
kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan
kita dalam kehidupan yang akan datang"
(Kahlil
Gibran)
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)
"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)
"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)
guru
Barangsiapa mahu menjadi guru,
biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri
sebelum mengajar orang lain,
dan biarkan dia mengajar dengan teladan sebelum mengajar dengan kata-kata.
Sebab mereka yang mengajar dirinya sendiri dengan memperbetulkan perbuatan-perbuatannya sendiri
lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
dan memperbetulkan perbuatan-perbuatan orang lain.
~ Khalil Gibran
biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri
sebelum mengajar orang lain,
dan biarkan dia mengajar dengan teladan sebelum mengajar dengan kata-kata.
Sebab mereka yang mengajar dirinya sendiri dengan memperbetulkan perbuatan-perbuatannya sendiri
lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
dan memperbetulkan perbuatan-perbuatan orang lain.
~ Khalil Gibran
Langganan:
Postingan (Atom)